Dojo Logo

Beranda

Aktivitas Kami

Dojo Kami

Peralatan

Kontak

Silsilah

Silsilah

dari Mugai Ryu

  1. Pendiri: Tsuji Gettan Sukemochi, 1648-1727 Edo
  2. Tsuji Uheita, ~1742 Edo
  3. Tsuji Kimata Sukefusa, ~1761 Edo
  4. Tsuji Bunzaemon Sukekata, ~1787 Edo
  5. Tsuji Kimata Sukeyuki, ~1812 Edo
  6. Takahashi Hachisuke Mitsuaki, 1750~1809 Himeji
  7. Takahashi Tatsuzo Mitsuharu, 1784~1835 Himeji
  8. Takahashi Hachisuke Nariyuki, 1816~1880 Himeji
  9. Takahashi Tetsuo Takenari, 1830~1876 Himeji
  10. Takahashi Kyutaro Koun, 1859~1940 Dai Nippon Budokai
  11. Nakagawa Shiryu Shinichi, 1896~1981 Zen Nippon Iaido Renmei & Mugai-kai
  12. Nakatani Yoshitaro, 1930. Mugai-kai & Ryuo-kai
MURIN founder with Soke

Nakatani Yoshitaro Soke dengan pendiri MURIN

Garis keturunan Edo dari Tsuji Kimata Sukehide (ke-5) dan seterusnya dilanjutkan kepada Tsuji Bunzaemon Sukenobu (ke-6), Tsuji Kinichiro Yoshishige (ke-7), Tsuji Kimata Shibaoka (ke-8), dan Tsuji Kamegoro Sadatoku (ke-9), yang setelah itu garis keturunan tersebut terputus.

Rekan sesama murid Tsuji Bunzaemon Sukenobu, yaitu Takahashi Hachisuke Mitsusuke, adalah putra sulung dari Takahashi ke-5, Shoue Akishige, yang lahir pada tahun ke-3 Kanei, 13 Januari, di Kediaman Sakai di Edo. Ia belajar di bawah bimbingan Tsuji Bunzaemon Suketaka (ke-4), dan di tahun-tahun berikutnya berlatih di bawah bimbingan Tsuji Kimata Sukeyuki (ke-5).

Ia mengajarkan iai sebagai instruktur resmi untuk klan tersebut, dan ketika berusia 43 tahun, ia diperintahkan untuk pindah kembali ke Himeji dari Edo dan tetap menjadi kepala instruktur untuk keluarga Sakai yang mengajarkan Mugai-ryu.

Mugai Ryu diwariskan melalui klan Takahashi hingga ke Nakagawa Sensei (ke-11).

Nakagawa-sensei tidak menunjuk penerus gelar "Soke" Mugai-ryu baru secara resmi sebelum wafatnya, namun mendirikan Mugai-kai sebagai pengawas dan penerus aliran miliknya. Namun di kemudian hari hal tersebut menimbulkan beberapa kendala, sebab segelintir orang secara tidak berhak, menamai dan mengesahkan diri mereka sendiri sebagai Soke (pemimpin aliran) Mugai-ryu.

Nakagawa Shinichi Soke (ke-11) mereformasi Mugai Ryu dengan memasukkan teknik-teknik Jikkyo Ryu Iaijutsu—yang sejak usia dini telah diajarkan kepada para praktisi Mugai Ryu—bersama dengan teknik-teknik Kenjutsu tradisional Mugai Ryu ke dalam kurikulum „Mugai-ryū Iai Hyōdō“ miliknya (nama resmi: Mugai Shinden Iai Hyōdō 無外真伝居合兵道).

Mugai Ryu Iaihyodo

Jadi, secara harafiah, teknik-teknik Mugai-ryu Iaido sebenarnya diambil dari Jikkyo-ryu.

Tsuji Gettan mempelajari Jikkyo-ryu dari pendirinya, Taga Jikkyoken Morimasa, dan generasi penerus keluarga Tsuji mempelajari Jikkyo-ryu secara langsung dari soke (kepala guru) Jikkyo-ryu berikutnya.

Jikkyo-ryu secara resmi diwarisi oleh para praktisi Mugai-ryu pada masa itu ketika jelas bahwa tidak akan ada penerus di Jikkyo-ryu setelah soke generasi ke-6. Nakagawa Shiryu Shinichi (中川士龍申一, 1895-1981), soke ke-11 Mugai-ryu, diakui sebagai kekuatan penggerak utama di balik reformasi Mugai-ryu dan Jikkyo-ryu, serta dikenal sebagai master yang menciptakan kembali seni ini, yang ia namai “Mugairyu Iaihyodo”. Takahashi Yasuke Mitsuaki, soke ke-6 Mugai-ryu, dan saudaranya, Hidezo, diajarkan Jikkyo-ryu oleh soke generasi ke-5 Jikkyo-ryu, Yamamura Masashige. Takahashi bersaudara inilah yang benar-benar memasukkan Jikkyo-ryu ke dalam ajaran Mugai-ryu, tetapi Nakagawa Shiryu Shinichi, soke ke-11 Mugai-ryu, yang pada akhirnya menyusun teknik iaido tersebut ke dalam 20 teknik utama dan 3 formasi naiden yang dikenal oleh para praktisi Mugai-ryu saat ini.

Praktisi kontemporer Mugai-ryu adalah murid-murid dari Mugairyu Iaihyodo sebagaimana yang telah disusun kembali oleh Nakagawa Shiryu Shinichi.

Nakagawa Shinichi Soke awalnya menunjuk Ishii Gogetsu sebagai soke ke-12 Mugai-ryu, tetapi karena sesuatu hal, Ishii kemudian diusir dari aliran Mugai-ryu oleh Nakagawa serta diberi status "hamon" (pengusiran total). Nakagawa Shinichi wafat sebelum ia sempat menunjuk murid lain untuk posisi soke. Akibatnya, ada segelintir murid Nakagawa yang merupakan penerima menkyo (lisensi) dan menkyo kaiden (lisensi transmisi penuh) mulai menyebut diri mereka sebagai soke penerus. Namun, sesungguhnya di antara orang-orang ini, tidak pernah ada penerus yang resmi, ataupun yang diakui secara bersamaan oleh Mugai-kai maupun organisasi yang lain.

Ketidakjelasan struktur dan hirarki kepemimpinan di Mugai-ryu ini membuat Mugai-ryu seolah terpecah belah, hingga akhirnya para pewaris keluarga Nakagawa, yang diwakili Nakagawa Sohei (putra tertua Nakagawa Shinichi) membuat keputusan dengan menunjuk soke Mugai-ryu baru pada tahun 2003, yaitu Nakatani Yoshitaro. Nakatani sendiri saat itu juga adalah ketua Mugai-kai, yaitu organisasi yang didirikan oleh Nakagawa Shinichi untuk menjaga dan mengawasi perkembangan Mugai-ryu.

Nakatani Yoshitaro adalah murid langsung Nakagawa Shinichi, ia mengikuti olahraga kendo dari usia yang sangat muda, kemudian beralih ke beladiri pedang Mugai-ryu di dojo Kishiwada. Nakatani kemudian belajar langsung ke rumah Nakagawa Shinichi untuk memperdalam Mugai-ryu dan Jojutsu dari Soke ke-11 tersebut. Dengan adanya penunjukan dan pelantikan dari pewaris keluarga Nakagawa tersebut, maka Soke ke-12 Mugai-ryu Iaihyodo yang sah saat ini adalah Nakatani Yoshitaro. Karena keprihatinannya terhadap segelintir orang yang mengaku sebagai soke Mugai-ryu, yang mengaburkan prinsip serta teknik iaido asli dari gurunya, Nakagawa Shinichi. Maka pada 2022, beliau mendirikan Ryuo-kai dan mulai lebih menyebarluaskan aliran Mugai-ryu yang asli sebagaimana yang telah diajarkan oleh Nakagawa Shinichi, soke ke-11.

Pengangkatan Nakatani Yoshitaro sebagai Soke ke-12